Jumat, 14 Desember 2012

ORGANISASI VERSUS STUDY, MANA YANG AKAN KUPILIH?

ORGANISASI VERSUS STUDY,
MANA YANG AKAN KUPILIH ?

Berbagai kegiatan IMM aku ikuti, seperty darul arqom dasar, pelatihan teknikal sidang, serta bedah buku dan berbagi kegiatan yang telah aku ikuti saat ini. senang campur sedih,pasti itu yang aku rasakan setiaap orang jika mereka mendapatkan sesuatu yang berharga bagi dirinya. begitu juga denganku,
Aku sangat bangga mendapatkan semua itu yang bagi orang lain tidak mendapatkannya. si fajar sang dahlan sang juara mumtas di asramaku, tapi tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan walaupun dia pinter dan memahami betul tentang agama. namun tidak segala sesuatu itu bisa berjalan dengan lancar.
Reza Arizona ikut ustad sekarang, perintah ustad, dosen mata pelajaran bahasa arab di kelasku.
"kenapa ustad?" jawabku dengan santai.
"Ini !! ini nilai apa ??? ucapnya sambil menunjukkan hasil ujian tengah semester ( UTS ).
melihat nilaiku yang sangat jelek, aku kaget. wajar kalau ustad marah melihat nilaiku yang hanya mendapatkan nilai 20.
"mana reza yang rajin itu ??" bentak ustadku
"maaf ustad!!" ujarku lirih
 Reza, inilah nilai akibat kamu ikut organisasi. Nilai menjadi jelek semuanya, tambah dengan nada keras.
Mendengar perkataannya aku sangat tersinggung karena yang aku dapat dari IMM adalah hal yang terbaik di kehidupanku.
Ustad tolong jangan sangkut pautkan ini dengan IMM pintaku kepada ustad yang secara tidak langsung telah menghina IMM.
beliau menjawab jangan sankutpautkan gimana ? orang nilai kamu jelek karena ikut IMM ujarnya lebih ngotot.
Ustad ini bukan kesalahannya IMM. Ini salahku sendiri yang tidak mejalankan Trikompetensi Dasar di IMM.
Alah, apapun alasan kamu mulai sekarang kurangi aktivitas kamu di IMM, pintanya penuh dengan paksa,
Maaf ustad, aku gk bisa!! IMM sudah menjadi bagian dari hidupku sendiri. Tapi saya akan buktikan kepada ustad, kalau saya akan tetep semangat belajar walaupun berkecipungan di IMM.
Karena ngototnya aku ingin terus berada di IMM, akhirnya sampai sekarang ustad agk kurang merespon. iya walaupun aku selalu makan hati setiap hari di kelas maupun di asrama.
tapi aku tidak mempermsalahkan itu. Bagiku itu adalah sebuah tantangan yang harus di selesaikan. Dari masalah inilah saatnya aku membuktikan, bahwa IMM bukan sekedar organisasi seperti BEM maupun oraganisasi lainnya. karena di dalamnya begitu banyak hal-hal yang tidak bisa aku dapatkan di bangku kuliah.
sejal itupun, yang pengurus IMM kebetulan aku menjabat sebagai sekertaris umumnya periode ( 2013-2014 ), agak dipersulit dalam mengurus segalanya. walaupun Mudir Ma'hadnya menyetujui keberadaan IMM di Ma'had Umar Bin Al- Khattab.
Sekali lagi, aku ingin membuktikan kepada seluruh temen-temen semua terutama temen di Ma'had bahwa akupun bisa dan pasti bisa untuk belajar dan membesarkan IMM di Ma'had walaupun banyak halangan dan rintangan yang ada di depan mata.

Tulisan ini aku tulis sebgai acuan kepada temen-temen semua agar tetep semngat dan tidak akan pernah menyerah. dan jika memang ada sesuatu permsalahan dalam kuliah atau apapun, itu bukan karena kesalahan dari IMM melainkan itu mutlak dari kita sendri yang tidak mematuhi Trikompetensi Dasar. ingett IMM itu adalah wadah yang suci dan di dalamnya adalah kita sendiri.

2 komentar:

  1. iya kakak sama nilaiku juga mengharukan...huft...tapi tetep SEMANGAT..!!!

    BalasHapus
  2. hahha mzak sicghh.,,, ea bljar yg rajinn donkzz biar dpet nlai yg memuaskan.

    BalasHapus