KUJUMPAI SAHABAT YANG PENUH MAKNA
DI DARUL ARQOM FISIKOLOGI
DI DARUL ARQOM FISIKOLOGI
Tak terasa sudah hampir satu minggu kita berpisah, Namun bekas hari-harinya semakin mewangi bahkan dari hari kehari, Wangi itu bagai semerbak wewangian bunga yang selalu menggelubungi hari-harinya yang telah berlalu.
Sungguh didunia ini tak ada yang namanya kebetulan. Semuanya sudah dalam ketetapan takdir, dari kejadian yang terkecil sampai kejadian yang besar. Semuanya sudah direncanakan oleh sang maha kuasa. Begitu juga pertemuanku dengan dua orang sahabat di DAD psikologi. Tempat yang sering kami sebut penimba ilmu dan penjara suci.
Dua orang sahabat karekter yang amat tinggi dan mempunyai sebuah permasalahan yang tak jauh berbeda denganku, serta keteduhan wajahnya dan tutur katanya yang santun membuat semua penjara suci itu enggan menjauhi pribadi dua orang sahabatku ini. Sehinngga dalam waktu yang relatif singkat, pribadi itu sudah membuat diri ini terpanah dan tersentuh hingga bisa menjawab permasaalhan yang ada dalam diriku ini, Sang pencerah hati sebutan untuk dua orang sahabatku yang baik hati itu.
Saat itu terlihat sumeringah dengan wajah cerah bagai sinaran mentari, walau hari itu mendung dan gelap tapi hari itu suasana serasa damai-sedamai indah taman surga firdaus hari itu. Sendah gurau, cerita-cerita indah di sertai diskusi yang sangat menyenangkan. Kesenangan demi kesenangan telah kita lalui bersama, namun saat itupun tubuhku terasa gemetar, jantungku serasa berhenti berdetak, daun-daun berhenti berguguran. Anginpun berhenti menghembus, tak kusangka bagai tersambar petir sore itu, ketika mendengar sebuah kata-kata pisah.
Sore itu matahari yang sebelumnya gerang kini berubah cepat menjadi mendung keladu dan ingin menumpahkan kesedihannya, sebagai tanda turut bersedihnya atas perpisahan sederhana itu. Langit dan bumipun mengikuti jejak matahari. Langit kelabu dan angin mengalun sepoi-sepoi, mengisyaratkan aroma kesedihan sore itu, betapa banyak air mata yang menangis saat perpisahan DAD Psikologi yang penuh dengan kenngan indah hari itu.
Sungguh begitu cepat perpisahan itu terjadi, dengan air mata yang mengucur deras, seraya memohon ampunan ilahi. Kenanganmu padamu akan selalu hidup di hati Dad psikologi.
Sungguh besar allah yang mengusai bumi dan langit serta segala sesuatu yang ada di dalamnya. Dengan taburan yang tak satupun manusia tau dan menguak di balik semuanya itu.
Sungguh didunia ini tak ada yang namanya kebetulan. Semuanya sudah dalam ketetapan takdir, dari kejadian yang terkecil sampai kejadian yang besar. Semuanya sudah direncanakan oleh sang maha kuasa. Begitu juga pertemuanku dengan dua orang sahabat di DAD psikologi. Tempat yang sering kami sebut penimba ilmu dan penjara suci.
Dua orang sahabat karekter yang amat tinggi dan mempunyai sebuah permasalahan yang tak jauh berbeda denganku, serta keteduhan wajahnya dan tutur katanya yang santun membuat semua penjara suci itu enggan menjauhi pribadi dua orang sahabatku ini. Sehinngga dalam waktu yang relatif singkat, pribadi itu sudah membuat diri ini terpanah dan tersentuh hingga bisa menjawab permasaalhan yang ada dalam diriku ini, Sang pencerah hati sebutan untuk dua orang sahabatku yang baik hati itu.
Saat itu terlihat sumeringah dengan wajah cerah bagai sinaran mentari, walau hari itu mendung dan gelap tapi hari itu suasana serasa damai-sedamai indah taman surga firdaus hari itu. Sendah gurau, cerita-cerita indah di sertai diskusi yang sangat menyenangkan. Kesenangan demi kesenangan telah kita lalui bersama, namun saat itupun tubuhku terasa gemetar, jantungku serasa berhenti berdetak, daun-daun berhenti berguguran. Anginpun berhenti menghembus, tak kusangka bagai tersambar petir sore itu, ketika mendengar sebuah kata-kata pisah.
Sore itu matahari yang sebelumnya gerang kini berubah cepat menjadi mendung keladu dan ingin menumpahkan kesedihannya, sebagai tanda turut bersedihnya atas perpisahan sederhana itu. Langit dan bumipun mengikuti jejak matahari. Langit kelabu dan angin mengalun sepoi-sepoi, mengisyaratkan aroma kesedihan sore itu, betapa banyak air mata yang menangis saat perpisahan DAD Psikologi yang penuh dengan kenngan indah hari itu.
Sungguh begitu cepat perpisahan itu terjadi, dengan air mata yang mengucur deras, seraya memohon ampunan ilahi. Kenanganmu padamu akan selalu hidup di hati Dad psikologi.
Sungguh besar allah yang mengusai bumi dan langit serta segala sesuatu yang ada di dalamnya. Dengan taburan yang tak satupun manusia tau dan menguak di balik semuanya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar