Kamis, 27 Desember 2012
Jumat, 14 Desember 2012
ORGANISASI VERSUS STUDY, MANA YANG AKAN KUPILIH?
ORGANISASI VERSUS STUDY,
MANA YANG AKAN KUPILIH ?
Berbagai kegiatan IMM aku ikuti, seperty darul arqom dasar, pelatihan teknikal sidang, serta bedah buku dan berbagi kegiatan yang telah aku ikuti saat ini. senang campur sedih,pasti itu yang aku rasakan setiaap orang jika mereka mendapatkan sesuatu yang berharga bagi dirinya. begitu juga denganku,
Aku sangat bangga mendapatkan semua itu yang bagi orang lain tidak mendapatkannya. si fajar sang dahlan sang juara mumtas di asramaku, tapi tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan walaupun dia pinter dan memahami betul tentang agama. namun tidak segala sesuatu itu bisa berjalan dengan lancar.
Reza Arizona ikut ustad sekarang, perintah ustad, dosen mata pelajaran bahasa arab di kelasku.
"kenapa ustad?" jawabku dengan santai.
"Ini !! ini nilai apa ??? ucapnya sambil menunjukkan hasil ujian tengah semester ( UTS ).
melihat nilaiku yang sangat jelek, aku kaget. wajar kalau ustad marah melihat nilaiku yang hanya mendapatkan nilai 20.
"mana reza yang rajin itu ??" bentak ustadku
"maaf ustad!!" ujarku lirih
Reza, inilah nilai akibat kamu ikut organisasi. Nilai menjadi jelek semuanya, tambah dengan nada keras.
Mendengar perkataannya aku sangat tersinggung karena yang aku dapat dari IMM adalah hal yang terbaik di kehidupanku.
Ustad tolong jangan sangkut pautkan ini dengan IMM pintaku kepada ustad yang secara tidak langsung telah menghina IMM.
beliau menjawab jangan sankutpautkan gimana ? orang nilai kamu jelek karena ikut IMM ujarnya lebih ngotot.
Ustad ini bukan kesalahannya IMM. Ini salahku sendiri yang tidak mejalankan Trikompetensi Dasar di IMM.
Alah, apapun alasan kamu mulai sekarang kurangi aktivitas kamu di IMM, pintanya penuh dengan paksa,
Maaf ustad, aku gk bisa!! IMM sudah menjadi bagian dari hidupku sendiri. Tapi saya akan buktikan kepada ustad, kalau saya akan tetep semangat belajar walaupun berkecipungan di IMM.
Karena ngototnya aku ingin terus berada di IMM, akhirnya sampai sekarang ustad agk kurang merespon. iya walaupun aku selalu makan hati setiap hari di kelas maupun di asrama.
tapi aku tidak mempermsalahkan itu. Bagiku itu adalah sebuah tantangan yang harus di selesaikan. Dari masalah inilah saatnya aku membuktikan, bahwa IMM bukan sekedar organisasi seperti BEM maupun oraganisasi lainnya. karena di dalamnya begitu banyak hal-hal yang tidak bisa aku dapatkan di bangku kuliah.
sejal itupun, yang pengurus IMM kebetulan aku menjabat sebagai sekertaris umumnya periode ( 2013-2014 ), agak dipersulit dalam mengurus segalanya. walaupun Mudir Ma'hadnya menyetujui keberadaan IMM di Ma'had Umar Bin Al- Khattab.
Sekali lagi, aku ingin membuktikan kepada seluruh temen-temen semua terutama temen di Ma'had bahwa akupun bisa dan pasti bisa untuk belajar dan membesarkan IMM di Ma'had walaupun banyak halangan dan rintangan yang ada di depan mata.
Tulisan ini aku tulis sebgai acuan kepada temen-temen semua agar tetep semngat dan tidak akan pernah menyerah. dan jika memang ada sesuatu permsalahan dalam kuliah atau apapun, itu bukan karena kesalahan dari IMM melainkan itu mutlak dari kita sendri yang tidak mematuhi Trikompetensi Dasar. ingett IMM itu adalah wadah yang suci dan di dalamnya adalah kita sendiri.
Kamis, 13 Desember 2012
KUJUMPAI SAHABAT YANG PENUH MAKNA
DI DARUL ARQOM FISIKOLOGI
DI DARUL ARQOM FISIKOLOGI
Tak terasa sudah hampir satu minggu kita berpisah, Namun bekas hari-harinya semakin mewangi bahkan dari hari kehari, Wangi itu bagai semerbak wewangian bunga yang selalu menggelubungi hari-harinya yang telah berlalu.
Sungguh didunia ini tak ada yang namanya kebetulan. Semuanya sudah dalam ketetapan takdir, dari kejadian yang terkecil sampai kejadian yang besar. Semuanya sudah direncanakan oleh sang maha kuasa. Begitu juga pertemuanku dengan dua orang sahabat di DAD psikologi. Tempat yang sering kami sebut penimba ilmu dan penjara suci.
Dua orang sahabat karekter yang amat tinggi dan mempunyai sebuah permasalahan yang tak jauh berbeda denganku, serta keteduhan wajahnya dan tutur katanya yang santun membuat semua penjara suci itu enggan menjauhi pribadi dua orang sahabatku ini. Sehinngga dalam waktu yang relatif singkat, pribadi itu sudah membuat diri ini terpanah dan tersentuh hingga bisa menjawab permasaalhan yang ada dalam diriku ini, Sang pencerah hati sebutan untuk dua orang sahabatku yang baik hati itu.
Saat itu terlihat sumeringah dengan wajah cerah bagai sinaran mentari, walau hari itu mendung dan gelap tapi hari itu suasana serasa damai-sedamai indah taman surga firdaus hari itu. Sendah gurau, cerita-cerita indah di sertai diskusi yang sangat menyenangkan. Kesenangan demi kesenangan telah kita lalui bersama, namun saat itupun tubuhku terasa gemetar, jantungku serasa berhenti berdetak, daun-daun berhenti berguguran. Anginpun berhenti menghembus, tak kusangka bagai tersambar petir sore itu, ketika mendengar sebuah kata-kata pisah.
Sore itu matahari yang sebelumnya gerang kini berubah cepat menjadi mendung keladu dan ingin menumpahkan kesedihannya, sebagai tanda turut bersedihnya atas perpisahan sederhana itu. Langit dan bumipun mengikuti jejak matahari. Langit kelabu dan angin mengalun sepoi-sepoi, mengisyaratkan aroma kesedihan sore itu, betapa banyak air mata yang menangis saat perpisahan DAD Psikologi yang penuh dengan kenngan indah hari itu.
Sungguh begitu cepat perpisahan itu terjadi, dengan air mata yang mengucur deras, seraya memohon ampunan ilahi. Kenanganmu padamu akan selalu hidup di hati Dad psikologi.
Sungguh besar allah yang mengusai bumi dan langit serta segala sesuatu yang ada di dalamnya. Dengan taburan yang tak satupun manusia tau dan menguak di balik semuanya itu.
Sungguh didunia ini tak ada yang namanya kebetulan. Semuanya sudah dalam ketetapan takdir, dari kejadian yang terkecil sampai kejadian yang besar. Semuanya sudah direncanakan oleh sang maha kuasa. Begitu juga pertemuanku dengan dua orang sahabat di DAD psikologi. Tempat yang sering kami sebut penimba ilmu dan penjara suci.
Dua orang sahabat karekter yang amat tinggi dan mempunyai sebuah permasalahan yang tak jauh berbeda denganku, serta keteduhan wajahnya dan tutur katanya yang santun membuat semua penjara suci itu enggan menjauhi pribadi dua orang sahabatku ini. Sehinngga dalam waktu yang relatif singkat, pribadi itu sudah membuat diri ini terpanah dan tersentuh hingga bisa menjawab permasaalhan yang ada dalam diriku ini, Sang pencerah hati sebutan untuk dua orang sahabatku yang baik hati itu.
Saat itu terlihat sumeringah dengan wajah cerah bagai sinaran mentari, walau hari itu mendung dan gelap tapi hari itu suasana serasa damai-sedamai indah taman surga firdaus hari itu. Sendah gurau, cerita-cerita indah di sertai diskusi yang sangat menyenangkan. Kesenangan demi kesenangan telah kita lalui bersama, namun saat itupun tubuhku terasa gemetar, jantungku serasa berhenti berdetak, daun-daun berhenti berguguran. Anginpun berhenti menghembus, tak kusangka bagai tersambar petir sore itu, ketika mendengar sebuah kata-kata pisah.
Sore itu matahari yang sebelumnya gerang kini berubah cepat menjadi mendung keladu dan ingin menumpahkan kesedihannya, sebagai tanda turut bersedihnya atas perpisahan sederhana itu. Langit dan bumipun mengikuti jejak matahari. Langit kelabu dan angin mengalun sepoi-sepoi, mengisyaratkan aroma kesedihan sore itu, betapa banyak air mata yang menangis saat perpisahan DAD Psikologi yang penuh dengan kenngan indah hari itu.
Sungguh begitu cepat perpisahan itu terjadi, dengan air mata yang mengucur deras, seraya memohon ampunan ilahi. Kenanganmu padamu akan selalu hidup di hati Dad psikologi.
Sungguh besar allah yang mengusai bumi dan langit serta segala sesuatu yang ada di dalamnya. Dengan taburan yang tak satupun manusia tau dan menguak di balik semuanya itu.
Langganan:
Komentar (Atom)